Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Sukoharjo
koronovirus.site – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu sore (1/10/2025). Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kubah di ujung menara Masjid Agung Baiturrahmah yang roboh akibat terjangan angin. Selain itu, puluhan pohon tumbang hingga menimpa kendaraan dan rumah warga di beberapa kecamatan.
Kubah Masjid Agung Baiturrahmah Terlepas
Camat Sukoharjo, Havid Danang, membenarkan bahwa angin kencang merusak salah satu kubah di puncak menara Masjid Agung.
“Iya, salah satu kubah di menara masjid roboh karena anginnya cukup kencang,” ujarnya, dikutip pada Kamis (2/10/2025).
Menurut Havid, kubah tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Meski insiden ini menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa. Tapi kerusakan ini tentu menjadi perhatian karena lokasi masjid berada di pusat kota dan dekat dengan aktivitas warga,” tambahnya.
Pohon Tumbang di Beberapa Kecamatan
Selain merusak kubah masjid, angin kencang juga mengakibatkan pohon-pohon tumbang di sejumlah wilayah Sukoharjo.
Di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, sebuah pohon bahkan menimpa seorang pengendara motor yang tengah berteduh. Korban berhasil diselamatkan dan segera mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa serupa terjadi di beberapa titik lain yang mengganggu lalu lintas dan mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum. Warga setempat bersama petugas segera melakukan evakuasi dan pembersihan agar jalur transportasi kembali normal.
Laporan BPBD Sukoharjo
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengungkapkan bahwa laporan pohon tumbang diterima dari lima kecamatan, yaitu Mojolaban, Sukoharjo, Nguter, Tawangsari, dan Weru.
“Selain kubah menara Masjid Agung yang jatuh, ada laporan dua rumah di Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon,” kata Ariyanto.
Pihak BPBD bersama aparat terkait dan relawan turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk memotong dan membersihkan batang pohon yang tumbang agar tidak mengganggu jalan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Ariyanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di tengah musim pancaroba yang sering memicu hujan deras disertai angin kencang.
“Warga diharapkan menghindari tempat berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang. Kami juga mengingatkan agar menjaga kebersihan saluran air untuk mengantisipasi banjir,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan pengecekan terhadap bangunan publik yang berisiko mengalami kerusakan serupa, agar kejadian seperti robohnya kubah masjid tidak terulang.
Kerusakan Infrastruktur Jadi Perhatian
Robohnya kubah Masjid Agung Baiturrahmah menjadi sorotan karena bangunan ini merupakan salah satu ikon keagamaan dan pusat kegiatan umat di Sukoharjo.
Kondisi ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan pengecekan rutin terhadap bangunan-bangunan publik yang berusia lama atau pernah mengalami kerusakan sebelumnya.
Pakar konstruksi menyebutkan, selain faktor cuaca ekstrem, kekuatan struktur yang sudah menurun dapat memperbesar risiko kerusakan. Oleh karena itu, pemantauan berkala menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Musim Pancaroba dan Risiko Bencana
BMKG sebelumnya telah memperingatkan masyarakat di beberapa wilayah Jawa Tengah untuk waspada terhadap cuaca ekstrem selama masa peralihan musim.
Hujan lebat yang turun tiba-tiba disertai angin kencang, bahkan kadang berpotensi puting beliung, menjadi ancaman nyata yang dapat merusak bangunan, merobohkan pohon, dan membahayakan keselamatan warga.
Kejadian di Sukoharjo ini menjadi salah satu contoh nyata dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh perubahan cuaca. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan relawan sangat diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Penutup: Pelajaran dari Kejadian Sukoharjo
Insiden robohnya kubah Masjid Agung Baiturrahmah dan tumbangnya pohon-pohon di Sukoharjo mengingatkan kita bahwa cuaca ekstrem bukan hal yang bisa diremehkan.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem mitigasi bencana, mulai dari infrastruktur yang tahan terhadap angin kencang hingga jalur evakuasi yang lebih baik.
Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kesiapsiagaan dan pemeliharaan fasilitas publik merupakan investasi penting untuk melindungi keselamatan masyarakat.
Cek juga artikel paling top di platform kalbarnews

