Skip to content
KoronoVirus
Menu
  • Sample Page
Menu

Anggota DPR Soroti Aturan Jabatan Sipil: Jika Negara Patuh UU, Polisi Aktif Seharusnya Tak Ditempatkan di Posisi Sipil

Posted on November 18, 2025November 18, 2025 by BimBim

koronovirus.site Anggota Fraksi PDI-P DPR RI, TB Hasanuddin, kembali menyoroti ketentuan mengenai larangan polisi aktif menduduki jabatan sipil. Menurutnya, putusan Mahkamah Konstitusi yang ditegakkan baru-baru ini sebetulnya tidak membawa aturan baru. Putusan tersebut hanya menegaskan kembali apa yang telah tercantum jelas dalam Undang-Undang Kepolisian.

Hasanuddin menilai bahwa pemerintah sebenarnya tidak perlu menunggu putusan MK untuk bertindak. Aturan mengenai larangan polisi aktif menduduki jabatan sipil sudah tertuang secara rinci dalam Pasal 28 UU Kepolisian. Bila sejak awal pemerintah mematuhi aturan ini, perdebatan di masyarakat tidak akan sepanjang sekarang.

Penempatan Polisi Aktif Dianggap Menyalahi Semangat Reformasi

Menurut Hasanuddin, aturan tersebut lahir dari semangat reformasi yang ingin menciptakan pemisahan fungsi antara sipil dan aparat penegak hukum. Polisi diberi mandat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, bukan untuk mengelola jabatan administratif sipil. Pemisahan itu dirancang agar fungsi pemerintahan berjalan lebih akuntabel.

Penempatan polisi aktif di jabatan sipil dinilai bertentangan dengan prinsip dasar itu. Hal tersebut dianggap berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, terutama dalam kebijakan publik yang memerlukan sensitivitas terhadap suara masyarakat sipil. Selain itu, jabatan sipil membutuhkan pengalaman administratif dan birokratis yang berbeda dari struktur komando kepolisian.

Ketentuan larangan ini juga bertujuan menjaga profesionalitas Polri. Jika polisi aktif terlalu sering ditempatkan di jabatan luar tugas pokok, konsentrasi dan kualitas kinerja institusional dapat tergerus.

Putusan MK Bukan Regulasi Baru, Melainkan Pengingat

Putusan MK yang kembali menegaskan larangan tersebut menjadi sorotan publik. Namun bagi Hasanuddin, putusan tersebut hanyalah pengulangan dari aturan yang sudah lama berlaku. MK hanya mempertegas kembali bahwa ketentuan larangan tersebut masih relevan dan harus dijalankan.

Ia menilai putusan ini ibarat “pengingat keras” kepada pemerintah. Bila aturan sudah tertulis jelas dalam undang-undang, maka kewajiban pemerintah adalah mematuhinya. Mengabaikan ketentuan tersebut sama saja dengan mengabaikan amanat reformasi.

Putusan MK menjadi momentum untuk memastikan regulasi dijalankan secara konsisten. Pemerintah diminta tidak lagi membuat pengecualian yang bisa membuka celah penyimpangan.

Kritik atas Ketidakkonsistenan Pemerintah

Dalam pernyataannya, Hasanuddin menyoroti bahwa praktik penempatan polisi aktif di jabatan sipil masih kerap terjadi. Beberapa posisi strategis di lembaga tertentu dipimpin oleh perwira aktif, meski aturan secara tegas melarang hal itu.

Kondisi tersebut dianggap mencerminkan ketidakkonsistenan pemerintah dalam mematuhi undang-undang. Padahal, konsistensi menjadi bagian penting dari negara hukum. Bila pemerintah saja tidak disiplin menjalankan regulasi, masyarakat juga akan sulit dituntut untuk patuh.

Ia menilai problem ini muncul karena interpretasi pemerintah yang terlalu longgar terhadap ketentuan UU. Alasan kebutuhan jabatan atau kekosongan SDM sering digunakan sebagai dasar penempatan polisi aktif. Padahal solusi seharusnya ditemukan dalam ranah sipil, bukan dengan mengalihfungsikan aparat aktif.

Respons Publik dan Kalangan Akademisi

Perdebatan mengenai polisi aktif di jabatan sipil bukan isu baru. Akademisi, pengamat hukum, hingga pegiat reformasi pernah menyampaikan keberatan. Mereka menilai bahwa pelaksanaan aturan sering tidak sejalan dengan semangat reformasi yang menginginkan pemisahan tegas antara militer, kepolisian, dan sektor sipil.

Kalangan akademisi juga menekankan bahwa jabatan sipil harus diisi oleh ASN atau pejabat profesional yang berasal dari jalur birokrasi sipil. Rekrutmen yang tidak sesuai jalur dinilai berpotensi mengurangi objektivitas dalam pengambilan keputusan publik.

Selain itu, kekhawatiran muncul bahwa aparat aktif yang menduduki jabatan sipil dapat membawa kultur komando ke dalam birokrasi. Padahal birokrasi sipil memiliki karakter yang berbeda, dengan sistem pelayanan yang lebih berorientasi kepada publik.

Konteks Historis Mengapa Aturan Ini Dibuat

Larangan dalam UU Kepolisian tidak lahir tanpa alasan. Pada masa sebelum reformasi, aparat militer dan polisi sering mengisi jabatan sipil. Praktik itu dinilai menghambat demokratisasi dan menyebabkan rendahnya akuntabilitas pemerintahan.

Reformasi kemudian mendorong pemisahan institusi dan menjamin bahwa setiap sektor memiliki fungsi masing-masing. Polisi difokuskan pada penegakan hukum, sementara jabatan sipil dikelola oleh unsur pemerintahan sipil. Dengan pemisahan itu, diharapkan pemerintahan lebih profesional dan terbuka terhadap kritik.

Kembalinya polisi aktif ke posisi sipil dikhawatirkan menyeret Indonesia kembali ke pola lama yang ingin dihindari.

Tuntutan agar Pemerintah Konsisten dan Tegas

Hasanuddin menekankan pentingnya ketegasan pemerintah dalam mematuhi undang-undang. Dengan adanya putusan MK yang kini menjadi sorotan nasional, pemerintah tidak lagi punya ruang untuk menafsirkan ulang aturan tersebut. Semua pihak harus tunduk pada ketentuan yang berlaku demi menjaga integritas negara hukum.

Ia juga menyerukan agar pengisian jabatan sipil dilakukan melalui mekanisme yang tepat. ASN yang profesional, berpengalaman, dan berkompeten harus diberi ruang untuk mengisi jabatan strategis. Reformasi birokrasi tidak akan berjalan jika proses pengisian jabatan justru melanggar aturan yang dibuat negara sendiri.

Penutup: Momentum untuk Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Pernyataan Hasanuddin dan putusan MK membuka kembali ruang diskusi yang penting. Pemerintah diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Kepatuhan terhadap aturan adalah fondasi utama negara hukum. Tanpa itu, kepercayaan publik ikut tergerus.

Dengan tidak menempatkan polisi aktif di jabatan sipil, pemerintah bukan hanya mematuhi UU, tetapi juga menjaga semangat reformasi. Konsistensi inilah yang menjadi kunci agar birokrasi semakin profesional, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarjawa.web.id

Recent Posts

  • Dokter Abdya Edukasi Siswa Lewat Doto Saweu Sikula
  • Kajati Sulsel Dorong Integritas Kejari Barru
  • MUI Banten Gelar Dzikir dan Doa Bersama Virtual
  • Puan Soroti Kesiapan Infrastruktur Hadapi Hantavirus
  • AI Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Alat Kesempatan


PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 KoronoVirus | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by