koronovirus.site Pemerintah Dinas Perhubungan Kabupaten Bener Meriah mengambil langkah cepat dalam merespons kondisi lalu lintas pascabencana dengan melakukan penjagaan dan pengaturan arus kendaraan di jalan alternatif yang menghubungkan Bandara Rembele menuju kawasan Pante Raya. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai rawan dan sulit dilalui.
Langkah pengamanan tersebut ditujukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, yang masih harus melintas di jalur alternatif akibat kerusakan infrastruktur jalan utama. Kondisi pascabencana membuat sejumlah ruas jalan mengalami penurunan kualitas, sehingga membutuhkan penanganan lintas sektor secara terpadu.
Respons atas Keluhan Masyarakat
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bener Meriah, Abdul Kadir, melalui Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Lukman Hakim, menyampaikan bahwa penjagaan lalu lintas ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjawab keluhan warga.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian keamanan saat melintas, terutama di jalur alternatif yang belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana. Oleh karena itu, kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu pengendara dalam menentukan jalur yang paling memungkinkan untuk dilalui.
Koordinasi Lintas Instansi
Dalam pelaksanaan pengamanan lalu lintas, Dishub Bener Meriah tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dilakukan bersama Satlantas Polres Bener Meriah guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal dan sesuai dengan standar keselamatan.
Selain itu, Dishub juga menjalin kerja sama dengan DPUPKP Bener Meriah untuk mempercepat proses perbaikan prasarana jalan. Sinergi antarinstansi ini dinilai penting agar penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berorientasi pada solusi jangka menengah dan panjang.
Penempatan Personel di Titik Rawan
Sebagai bagian dari upaya pengamanan, personel Dishub ditempatkan di sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Titik-titik tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerusakan jalan, kepadatan kendaraan, serta potensi hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Petugas di lapangan bertugas memberikan arahan langsung kepada pengguna jalan, mengatur arus kendaraan, serta mengingatkan pengendara agar melaju dengan kecepatan rendah. Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan di jalur alternatif yang kondisinya belum sepenuhnya stabil.
Pemasangan Rambu dan Imbauan Keselamatan
Selain penjagaan personel, Dishub Bener Meriah juga memasang sejumlah rambu peringatan di sepanjang jalur alternatif. Rambu tersebut berfungsi sebagai pengingat visual bagi pengendara agar lebih waspada terhadap kondisi jalan yang licin, berlubang, atau menyempit di beberapa titik.
Pemasangan rambu dinilai penting sebagai pelengkap arahan petugas di lapangan. Dengan adanya peringatan yang jelas, pengendara diharapkan dapat menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika cuaca kurang mendukung.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Dishub Bener Meriah menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil. Pengaturan lalu lintas pascabencana tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran mobilitas, tetapi juga mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat memperparah situasi.
Menurut Lukman Hakim, upaya pengamanan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Apabila ditemukan titik rawan baru atau perubahan pola lalu lintas, Dishub siap melakukan penyesuaian agar pengamanan tetap efektif.
Imbauan kepada Pengguna Jalan
Masyarakat diimbau untuk senantiasa mematuhi petunjuk petugas yang berjaga di lapangan. Pengendara juga diminta untuk mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan melintas jika kondisi jalan dinilai berisiko.
Selain itu, pengguna jalan disarankan untuk memperhatikan rambu peringatan serta menjaga jarak aman antar kendaraan. Kesadaran dan kerja sama dari masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman di tengah kondisi pascabencana.
Upaya Berkelanjutan Menuju Pemulihan Infrastruktur
Penjagaan lalu lintas di jalur alternatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh. Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal.
Dishub Bener Meriah berharap, dengan dukungan semua pihak, kondisi lalu lintas di jalur alternatif dapat tetap terkendali hingga perbaikan jalan selesai dilakukan. Sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat diyakini mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Komitmen Menjaga Kelancaran Mobilitas Warga
Melalui langkah-langkah pengamanan ini, Dishub Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat. Penjagaan lalu lintas di jalur alternatif menjadi bukti nyata bahwa keselamatan dan kenyamanan warga tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Dengan pengaturan yang tepat, koordinasi lintas sektor, serta kesadaran masyarakat, diharapkan aktivitas transportasi di Kabupaten Bener Meriah dapat berjalan aman dan lancar meski masih berada dalam fase pemulihan.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
