Jenazah Diduga Martin Carreras Diidentifikasi di Manggarai Barat
Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jenazah yang diduga merupakan korban insiden tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah ke RSUD Manggarai Barat. Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat pentingnya menjaga kondisi jenazah sebelum proses identifikasi medis dan forensik dilaksanakan secara menyeluruh.
Penemuan jenazah ini menjadi titik penting dalam rangkaian operasi pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari. Jenazah ditemukan di perairan Serai, tidak jauh dari Pulau Rinca, dengan jarak sekitar satu mil laut dari lokasi awal tenggelamnya kapal wisata tersebut. Lokasi ini termasuk wilayah perairan yang memiliki arus cukup dinamis, sehingga menyulitkan proses pencarian sejak awal.
Proses Evakuasi Berjalan Bertahap
Menurut keterangan Basarnas, jenazah pertama kali terdeteksi oleh tim pencari yang melakukan penyisiran laut menggunakan metode visual dan pemantauan pergerakan arus. Setelah mendapat laporan awal, unit SAR terdekat segera diarahkan menuju titik temuan untuk memastikan kondisi jenazah dan melakukan evakuasi sesuai prosedur.
Jenazah kemudian dipindahkan ke kapal SAR untuk dibawa menuju pelabuhan terdekat. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan hati-hati guna menjaga integritas jenazah, mengingat hasil identifikasi akan sangat menentukan kepastian identitas korban. Dari pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Manggarai Barat untuk pemeriksaan lanjutan.
Dugaan Identitas Korban
Berdasarkan hasil pengamatan awal, jenazah diketahui berjenis kelamin laki-laki dewasa. Ciri-ciri fisik dan beberapa indikator awal mengarah pada dugaan bahwa jenazah tersebut adalah Martin Carreras Fernando, sosok yang dilaporkan hilang sejak insiden tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah.
Meski demikian, Basarnas menegaskan bahwa identitas tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan secara resmi. Penetapan identitas korban hanya dapat dilakukan setelah proses identifikasi forensik selesai sepenuhnya. Pihak berwenang menghindari spekulasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun pihak keluarga korban.
Peran Tim Forensik dan Kepolisian
Proses identifikasi jenazah dilakukan oleh tim forensik rumah sakit bersama tim identifikasi dari Polri. Pemeriksaan mencakup analisis kondisi fisik, pencocokan data medis, serta metode ilmiah lain yang diperlukan untuk memastikan identitas korban dengan tingkat akurasi tinggi.
Tim medis menyampaikan bahwa proses ini membutuhkan ketelitian ekstra, terutama karena jenazah telah berada di laut dalam jangka waktu cukup lama. Faktor lingkungan laut seperti arus, suhu air, dan paparan biologis turut memengaruhi kondisi jenazah, sehingga proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa.
Operasi SAR Masih Berlanjut
Meskipun satu jenazah telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di area perairan dan pesisir untuk mencari kemungkinan korban lain yang hingga kini belum ditemukan. Upaya pencarian diperluas dengan memanfaatkan teknologi sonar bawah air untuk mendeteksi objek di dasar laut.
Selain itu, penyisiran manual oleh tim laut dan darat juga tetap dilakukan. Fokus pencarian mencakup area perairan dangkal, garis pantai, hingga celah-celah karang yang berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban akibat arus laut. Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi agar tidak ada area pencarian yang terlewatkan.
Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Operasi pencarian melibatkan berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, serta relawan lokal. Sinergi lintas instansi ini dinilai sangat penting mengingat kondisi geografis perairan Manggarai Barat yang memiliki karakteristik arus dan kontur laut yang cukup kompleks.
Setiap perkembangan di lapangan langsung dilaporkan dan dibahas dalam koordinasi harian agar strategi pencarian dapat disesuaikan dengan situasi terbaru. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sumber daya yang tersedia digunakan secara efektif dan efisien.
Menunggu Hasil Resmi Identifikasi
Hingga saat ini, pihak berwenang meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi terkait hasil identifikasi jenazah. Informasi yang beredar di luar pernyataan resmi dikhawatirkan dapat menimbulkan kesimpangsiuran dan beban psikologis bagi keluarga korban.
Perkembangan proses evakuasi dan identifikasi ini juga dilaporkan oleh sejumlah media nasional, termasuk Metro TV, sebagai bagian dari penyampaian informasi kepada publik. Aparat menegaskan bahwa transparansi tetap dijaga, namun keakuratan data menjadi prioritas utama.
Harapan atas Kepastian dan Keselamatan
Penemuan jenazah ini diharapkan dapat membawa kejelasan bagi keluarga korban yang selama ini menanti kepastian. Di sisi lain, operasi pencarian yang masih berlangsung menjadi wujud komitmen negara dalam memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak.
Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh upaya akan terus dilakukan hingga operasi dinyatakan selesai secara resmi. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pencarian dan identifikasi, seiring harapan agar tidak ada lagi korban yang belum ditemukan.
Baca Juga : Polri Antisipasi Lonjakan Arus Balik Nataru Menuju Jakarta
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

