Lisa Blackpink Bikin Kota Tua Jakarta Kebanjiran Wisatawan!
Kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Tamansari, Jakarta Barat, mengalami lonjakan jumlah wisatawan dalam sepekan terakhir. Tren positif ini dipicu oleh terpilihnya kawasan bersejarah tersebut sebagai lokasi syuting film internasional yang dibintangi mega bintang K-Pop, Lisa dari grup BLACKPINK.
Fenomena ini langsung terasa terutama pada akhir pekan. Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara terlihat memadati area plaza, museum, hingga sudut-sudut ikonik Kota Tua yang sebelumnya relatif lengang.
Lonjakan Terlihat Signifikan di Akhir Pekan
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Jakarta, Dedy Tarmizi, membenarkan adanya peningkatan jumlah pengunjung sejak aktivitas syuting berlangsung.
“Pastinya jumlah pengunjung mengalami peningkatan, terutama Sabtu dan Minggu,” ujar Dedy di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin.
Menurutnya, popularitas Lisa sebagai ikon global membawa dampak besar terhadap minat kunjungan, khususnya dari kalangan anak muda dan penggemar K-Pop yang ingin melihat langsung lokasi syuting film idolanya.
Data Kunjungan Mengalami Kenaikan
Berdasarkan data pengelola kawasan, jumlah wisatawan periode 28–31 Januari 2026 tercatat mencapai 20.557 orang. Angka ini meningkat dibandingkan periode empat hari sebelumnya yang mencatat 19.168 pengunjung.
Meski kenaikannya belum terlalu drastis, tren tersebut dinilai positif dan menunjukkan efek promosi tidak langsung dari industri hiburan internasional terhadap sektor pariwisata lokal.
Dedy menyebut, fluktuasi jumlah pengunjung masih dipengaruhi faktor cuaca, terutama hujan yang kerap turun pada sore hari.
Lokasi Syuting di Area Penunjang Kota Tua
Aktivitas syuting film internasional tersebut terpusat di Jalan Cengkih, Kelurahan Pinangsia, yang berada di area penunjang kawasan Kota Tua. Meski bukan berada di zona inti museum, efeknya tetap terasa hingga ke seluruh kawasan.
“Karena syuting film berada di daerah penunjang Kota Tua. Pengaruhnya lebih ke lintasan pengunjung dan warga sekitar. Untuk kawasan inti seperti museum, aktivitas tetap berjalan normal,” jelas Dedy.
Pengelola memastikan bahwa operasional museum, ruang publik, dan fasilitas wisata tetap berjalan sesuai jadwal tanpa gangguan signifikan.
Efek Global Popular Culture pada Pariwisata
Kehadiran Lisa Blackpink di Jakarta dinilai sebagai contoh nyata bagaimana budaya populer global mampu mendongkrak citra destinasi wisata lokal. Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di berbagai kota dunia yang dijadikan lokasi syuting film atau video musik artis internasional.
Para wisatawan terlihat memadati titik-titik foto ikonik, berpose di depan bangunan kolonial, serta mengunggah pengalaman mereka ke media sosial. Tagar terkait Kota Tua Jakarta pun mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Pedagang Tetap Dilindungi Selama Syuting
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan keberlangsungan ekonomi pedagang lokal tetap terjaga. Sebanyak 60 pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Kota Intan sempat diliburkan sementara demi sterilisasi area syuting.
Namun, Pemkot memastikan seluruh pedagang terdampak akan mendapatkan ganti rugi sesuai ketentuan.
“Kami pastikan pedagang tidak dirugikan. Semua yang diliburkan sementara akan menerima kompensasi,” ujar perwakilan pemerintah kota.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan industri kreatif global dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.
Warga dan Wisatawan Sambut Antusias
Antusiasme juga datang dari warga sekitar. Banyak yang merasa bangga kawasan bersejarah Jakarta kembali mendapat sorotan dunia internasional. Sebagian warga bahkan berharap efek syuting ini bisa berkelanjutan dan meningkatkan kunjungan wisata jangka panjang.
Wisatawan yang datang pun mengaku tertarik mengunjungi Kota Tua karena penasaran dengan lokasi syuting film internasional tersebut, meski tidak dapat menyaksikan langsung proses produksi.
Momentum Promosi Wisata Jakarta
Pengamat pariwisata menilai momen ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi wisata Jakarta, khususnya kawasan heritage seperti Kota Tua. Kolaborasi antara industri film internasional dan destinasi wisata dinilai mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di mata global.
Namun, pengelolaan yang terukur tetap dibutuhkan agar lonjakan wisatawan tidak merusak nilai sejarah dan kenyamanan kawasan.
Pengelola Jaga Ketertiban dan Keamanan
UPK Kota Tua bersama aparat keamanan terus melakukan pengaturan arus pengunjung, pengawasan ketertiban, serta menjaga kebersihan kawasan. Langkah ini dilakukan agar lonjakan wisatawan tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha.
Petugas juga disiagakan untuk mengantisipasi penumpukan massa di titik-titik favorit wisatawan.
Penutup
Lonjakan wisatawan di Kota Tua Jakarta setelah kawasan ini menjadi lokasi syuting film internasional yang dibintangi Lisa Blackpink menunjukkan besarnya pengaruh budaya populer global terhadap pariwisata lokal. Meski masih dipengaruhi faktor cuaca dan waktu, tren peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi sektor wisata Jakarta.
Dengan pengelolaan yang baik, kolaborasi industri kreatif internasional dan destinasi sejarah seperti Kota Tua berpotensi menjadi motor promosi yang efektif, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal tanpa mengorbankan nilai budaya dan sosial kawasan.
Baca Juga : Prabowo Warns of Growing Fears of World War III
Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal

