Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) berdampak langsung pada jumlah pengguna transportasi publik. Salah satunya terlihat pada layanan LRT Jabodebek.
Jumlah penumpang tercatat mengalami penurunan signifikan di hari pertama penerapan kebijakan tersebut.
Penurunan Capai 10 Persen
Menurut perwakilan LRT, Radhitya Mardika, terjadi penurunan sekitar 10 persen.
Pada Jumat, jumlah pengguna mencapai 106.301 orang.
Angka ini turun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 118.505 pengguna.
Dampak Terasa di Jam Sibuk
Penurunan paling terasa terjadi pada jam sibuk.
Hal ini berkaitan langsung dengan berkurangnya aktivitas pekerja kantoran.
WFH membuat mobilitas harian masyarakat ikut menurun.
Stasiun Perkantoran Paling Terdampak
Beberapa stasiun mencatat penurunan paling signifikan.
Stasiun Kuningan mengalami penurunan lebih dari 2.000 pengguna.
Selain itu, Stasiun Dukuh Atas dan Rasuna Said juga mengalami penurunan cukup besar.
Pola Operasional Tetap Normal
Meski jumlah penumpang turun, operasional tetap berjalan seperti biasa.
Sebanyak 430 perjalanan tetap dijalankan dengan pola weekday.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan.
Komitmen Pelayanan Tetap Optimal
Pihak operator memastikan seluruh fasilitas tetap siap.
Petugas juga disiagakan penuh untuk menjaga kenyamanan penumpang.
Layanan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan ketepatan waktu.
WFH Pengaruhi Mobilitas Kota
Kebijakan WFH terbukti berdampak pada pola mobilitas masyarakat.
Transportasi publik menjadi salah satu sektor yang langsung merasakan perubahan.
Ke depan, tren ini bisa terus terjadi jika kebijakan serupa diterapkan.
Transportasi Publik Tetap Jadi Andalan
Meski terjadi penurunan, LRT tetap menjadi solusi transportasi modern.
Integrasi dan efisiensi menjadi nilai utama layanan ini.
Operator berharap masyarakat tetap menjadikan LRT sebagai pilihan mobilitas sehari-hari.
Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Tipis, Tembus Rp2,860 Juta
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritasatu

