koronovirus.site Tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya atau THR saat Idul Fitri selalu identik dengan uang baru yang masih rapi, bersih, dan beraroma khas. Di banyak keluarga di Jawa Barat, kebiasaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Uang pecahan baru yang diberikan kepada anak-anak dan kerabat menjadi simbol doa, harapan baik, serta wujud kebahagiaan di hari kemenangan.
Menyambut Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia kembali menghadirkan layanan penukaran uang baru melalui program kas keliling bertajuk SERAMBI 2026 atau Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri. Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh pecahan rupiah yang layak edar tanpa harus mengantre panjang di kantor perbankan.
Tradisi Uang Baru dan Makna Sosialnya
Memberikan uang baru saat Lebaran memiliki makna lebih dari sekadar nilai nominal. Di banyak daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Bekasi, hingga Cirebon, tradisi ini sudah menjadi bagian dari budaya keluarga. Anak-anak biasanya menanti momen tersebut sebagai bagian dari kegembiraan silaturahmi.
Uang baru dianggap membawa semangat baru. Kertas yang masih kaku dan bersih memberi kesan istimewa, berbeda dengan uang yang sudah lama beredar. Tidak heran jika permintaan penukaran uang meningkat drastis menjelang Idul Fitri setiap tahunnya.
Fenomena ini juga berdampak pada perputaran ekonomi. Uang pecahan kecil yang dibagikan kemudian digunakan kembali untuk belanja di warung, pasar, dan pusat perbelanjaan, sehingga menciptakan siklus ekonomi musiman yang cukup signifikan.
Program SERAMBI 2026 dari Bank Indonesia
Melalui program SERAMBI 2026, Bank Indonesia menyiapkan layanan kas keliling di berbagai titik strategis di Jawa Barat. Mobil kas keliling akan mendatangi ruang publik seperti alun-alun kota, halaman kantor pemerintahan, hingga pusat perbelanjaan.
Konsep ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Warga tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor bank karena penukaran bisa dilakukan di lokasi yang telah dijadwalkan. Informasi jadwal dan titik lokasi biasanya diumumkan melalui kanal resmi Bank Indonesia agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas uang yang beredar. Bank Indonesia secara rutin mengganti uang yang sudah tidak layak edar dengan pecahan baru agar transaksi tetap nyaman dan aman.
Jadwal dan Lokasi di Berbagai Kota
Layanan penukaran uang baru di Jawa Barat tersebar di sejumlah kota besar dan kabupaten. Kota Bandung sebagai pusat aktivitas provinsi biasanya menjadi salah satu titik utama layanan. Selain itu, wilayah seperti Bogor, Depok, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Cirebon juga masuk dalam daftar lokasi kas keliling.
Penukaran dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk menghindari penumpukan antrean. Masyarakat dianjurkan datang sesuai waktu yang diumumkan dan mengikuti prosedur yang berlaku. Biasanya terdapat batas maksimal penukaran per orang agar distribusi uang baru dapat merata.
Dengan sistem ini, diharapkan tidak terjadi penumpukan massa seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pengaturan jadwal menjadi kunci agar layanan tetap tertib dan nyaman.
Cara Tukar Uang agar Praktis dan Aman
Untuk melakukan penukaran, masyarakat disarankan mengecek informasi resmi mengenai jadwal dan lokasi. Beberapa titik layanan menerapkan sistem pendaftaran daring agar antrean lebih terkontrol.
Datanglah sesuai waktu yang telah dipilih dan siapkan uang lama yang ingin ditukarkan dalam kondisi tersusun rapi. Petugas akan membantu proses penukaran sesuai nominal yang diizinkan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan jasa penukaran tidak resmi yang sering muncul menjelang Lebaran. Praktik tersebut biasanya mengenakan biaya tambahan dan tidak menjamin keaslian uang. Menggunakan layanan resmi dari Bank Indonesia jauh lebih aman dan transparan.
Dampak Ekonomi dan Stabilitas Rupiah
Program penukaran uang baru bukan hanya soal tradisi, tetapi juga bagian dari pengelolaan sistem pembayaran nasional. Dengan mengganti uang yang rusak atau tidak layak edar, kualitas rupiah di masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, peningkatan permintaan uang tunai menjelang Lebaran menunjukkan bahwa transaksi tunai masih memiliki peran penting meski digitalisasi pembayaran terus berkembang. Kas keliling menjadi solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Bank Indonesia juga kerap mengedukasi masyarakat agar merawat uang rupiah dengan baik. Uang yang dirawat dengan benar dapat memperpanjang masa edar dan mengurangi biaya pencetakan ulang.
Antusiasme Warga Jelang Lebaran
Setiap tahun, layanan tukar uang baru selalu mendapat respons positif. Banyak warga yang rela antre demi mendapatkan pecahan baru untuk dibagikan kepada keluarga.
Bagi sebagian orang, momen ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Lebaran. Selain membeli pakaian baru dan menyiapkan hidangan khas, menukar uang juga masuk dalam daftar agenda wajib menjelang hari raya.
Program SERAMBI 2026 di Jawa Barat diharapkan dapat berjalan lancar dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan perencanaan yang baik serta partisipasi warga yang tertib, tradisi berbagi uang baru dapat terus terjaga tanpa kendala berarti.
Pada akhirnya, penukaran uang baru bukan sekadar aktivitas finansial, tetapi bagian dari tradisi kebersamaan. Melalui layanan kas keliling, Bank Indonesia membantu menjaga kelancaran tradisi tersebut sekaligus memastikan kualitas rupiah tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Cek Juga Artikel Dari Platform jelajahhijau.com
