koronovirus.site Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kabupaten Bener Meriah menunjukkan respons cepat sejak hari pertama terjadinya bencana. Tujuh orang pegawai langsung diterjunkan sebagai relawan ke wilayah terdampak, termasuk daerah yang sempat terisolasi akibat putusnya akses jalan. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan awal berjalan optimal, terutama bagi kelompok perempuan dan anak yang menjadi prioritas perlindungan.
Gerak cepat ini menjadi bagian dari komitmen DP3AKB dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan di saat krisis. Dengan turun langsung ke lapangan, tim dapat melihat kondisi riil masyarakat, sekaligus melakukan pendataan awal untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya secara tepat.
Dipimpin Langsung Kepala Dinas
Kegiatan penanganan bencana dipimpin langsung oleh Kepala DP3AKB Kabupaten Bener Meriah, Edi Jaswin, bersama jajaran pimpinan dan tenaga pendukung. Ia didampingi Sekretaris DP3AKB Widya Astuti, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Nirwana Ilyas, serta psikolog Isminiarabina.
Kehadiran pimpinan langsung di lapangan memastikan koordinasi berjalan efektif. Pembagian tugas dilakukan secara terstruktur agar seluruh kebutuhan di posko pengungsian dapat terlayani, mulai dari pendataan hingga pendampingan psikologis.
Pendataan Korban dan Kelompok Rentan
Salah satu fokus utama DP3AKB adalah pendataan korban bencana. Pendataan dilakukan secara detail untuk mengetahui jumlah perempuan, anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan bantuan dan pendampingan lanjutan.
DP3AKB menilai bahwa pendataan yang akurat sangat krusial. Tanpa data yang jelas, penyaluran bantuan dan layanan pendampingan berpotensi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, setiap kegiatan di lapangan selalu disertai pencatatan dan dokumentasi yang rapi.
Trauma Healing untuk Anak-Anak Pengungsi
Selain pendataan, DP3AKB memberikan perhatian besar pada pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak. Di posko pengungsian yang menampung lebih dari 70 anak, tim DP3AKB melaksanakan kegiatan trauma healing. Kegiatan ini dirancang untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan tekanan akibat pengalaman bencana.
Trauma healing dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak, seperti bermain, menggambar, dan aktivitas edukatif ringan. Metode ini diharapkan dapat membantu anak mengekspresikan emosi serta memulihkan rasa aman secara bertahap.
Kolaborasi dengan Organisasi Perempuan
Dalam pelaksanaan kegiatan, DP3AKB bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bener Meriah. Kolaborasi ini memperkuat dukungan sosial bagi para pengungsi, khususnya anak-anak dan perempuan.
Melalui kerja sama tersebut, disalurkan bantuan berupa alat tulis, buku mewarnai, dan makanan ringan. Bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendukung kegiatan trauma healing agar anak-anak tetap memiliki ruang belajar dan bermain di tengah situasi darurat.
Pendampingan Intensif bagi Korban Trauma Berat
DP3AKB juga memberikan pendampingan intensif kepada keluarga yang mengalami trauma berat. Di salah satu posko pengungsian, tim fokus mendampingi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana. Salah satu korban selamat yang mendapat perhatian khusus adalah seorang guru sekolah dasar yang kehilangan suami dan dua anak balitanya.
Pendampingan psikologis diberikan secara berkelanjutan mengingat tingkat trauma yang dialami sangat berat. Tim psikolog melakukan pendekatan personal untuk membantu korban melewati fase duka dan mencegah dampak psikologis jangka panjang.
Peran UPTD PPA dan Tim Psikolog
Kepala UPTD PPA bersama tim psikolog turut aktif di lapangan. Mereka memberikan dukungan lanjutan, termasuk pendampingan psikososial dan distribusi makanan ringan di jalur pengungsian yang didominasi perempuan dan anak-anak. Kehadiran tim ini memastikan bahwa kebutuhan psikologis korban tidak terabaikan.
Pendekatan yang digunakan bersifat empatik dan berkelanjutan. DP3AKB menilai bahwa pemulihan psikologis sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan fisik, terutama bagi anak-anak dan perempuan.
Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten
Seluruh kegiatan DP3AKB dilakukan dalam koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil negara wajib terlibat sebagai relawan sesuai kapasitas masing-masing.
DP3AKB secara rutin melaporkan kegiatan, jumlah relawan, serta hasil pendataan kepada Sekretaris Daerah. Transparansi ini penting agar penanganan bencana berjalan terkoordinasi dan terpantau dengan baik.
Rencana Pendampingan Berkelanjutan
Ke depan, DP3AKB merencanakan pendampingan jangka panjang bagi kelompok rentan. Fokus utama meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia, dan penyintas trauma berat. Pendampingan ini akan dilakukan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
Seluruh proses pendampingan akan didukung oleh data yang telah dihimpun di lapangan. Dengan pendekatan berbasis data, DP3AKB berharap setiap intervensi dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.
Komitmen Mendampingi hingga Pulih
DP3AKB Kabupaten Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana. Pendampingan tidak berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga fase pemulihan sosial dan psikologis.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal bantuan logistik, tetapi juga pemulihan martabat dan kesehatan mental masyarakat. Dengan kerja sama lintas sektor dan pendekatan yang humanis, DP3AKB berharap masyarakat Bener Meriah dapat bangkit kembali dan menjalani kehidupan dengan lebih kuat pascabencana.

Cek Juga Artikel Dari Platform outfit.web.id
