Ratusan umat Kristen memadati Gereja Santa Theresia, Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada Rabu malam (24/12/2025). Mereka hadir untuk mengikuti Ibadah Misa Malam Natal yang berlangsung khidmat, aman, dan penuh suasana kebersamaan. Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan”, sebuah pesan iman yang menegaskan makna kehadiran Tuhan di tengah kehidupan manusia, khususnya dalam situasi dunia yang penuh tantangan.
Misa Malam Natal dimulai pukul 18.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Sejak sore hari, umat telah berdatangan ke gereja dengan tertib. Tak hanya berasal dari Desa Sukoreno, umat juga datang dari berbagai wilayah sekitar, seperti Desa Mojomulyo, Desa Kencong, Desa Semboro, Desa Tanggul, hingga Desa Jombang. Kehadiran umat lintas desa ini mencerminkan kuatnya ikatan komunitas serta semangat persaudaraan antarumat Kristiani di wilayah selatan Kabupaten Jember.
Tema Natal: Allah Hadir untuk Menyelamatkan
Dalam homilinya, Romo yang memimpin misa menekankan makna tema Natal yang diangkat tahun ini. Tema tersebut merujuk pada Injil Matius 1:21–24, yang mengisahkan tentang kelahiran Yesus sebagai tanda nyata kehadiran Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Pesan ini disampaikan dengan menekankan kasih Tuhan yang universal, yang tidak membeda-bedakan latar belakang, suku, maupun status sosial.
Romo mengajak seluruh umat untuk menjadikan Natal sebagai momentum refleksi diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kelahiran Kristus membawa pesan harapan, pengharapan baru, dan panggilan untuk hidup dalam kasih, harmoni, serta toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Natal bukan hanya perayaan ritual, tetapi perayaan iman dan kemanusiaan. Allah hadir untuk menyelamatkan, dan kehadiran itu harus kita wujudkan dalam sikap saling mengasihi, peduli, dan menghormati satu sama lain,” ujar Romo dalam homilinya.
Natal sebagai Momentum Persatuan dan Kebersamaan
Tema Natal tahun ini juga ditekankan sebagai sarana memperkuat persatuan, khususnya dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam menanamkan nilai iman, toleransi, dan kepedulian sosial. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk, nilai-nilai Natal diharapkan mampu menjadi jembatan penguat harmoni antarumat beragama.
Pesan toleransi menjadi sorotan penting dalam perayaan ini. Umat diajak untuk tidak hanya merayakan Natal dalam lingkup internal gereja, tetapi juga membawa semangat Natal ke ruang publik—dengan menjadi pribadi yang membawa damai, menebar kasih, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Di tengah dinamika sosial dan berbagai tantangan global, Natal diharapkan menjadi momen untuk memperbarui komitmen hidup bersama secara rukun. Pesan ini disambut hangat oleh umat yang hadir, terlihat dari suasana misa yang berlangsung penuh kekhusyukan dan ketenangan.
Pengamanan dan Dukungan Lintas Elemen
Ibadah Misa Malam Natal di Gereja Santa Theresia Sukoreno berjalan lancar dan aman berkat dukungan berbagai pihak. Pemerintah Desa Sukoreno bersama unsur Linmas turut aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama jalannya ibadah. Selain itu, unsur Muspika setempat dan Sahabat Tagana juga ikut berpartisipasi dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar area gereja.
Kolaborasi lintas elemen ini menjadi cerminan nyata toleransi dan kebersamaan antarwarga. Kehadiran aparat dan relawan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan dukungan terhadap kebebasan beribadah dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan di Kabupaten Jember.
Kepala Desa Sukoreno menyampaikan bahwa pengamanan Natal merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan secara sinergis. “Kami ingin memastikan saudara-saudara umat Kristiani dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kerukunan dan toleransi di desa kami,” ujarnya.
Suasana Khidmat dan Penuh Makna
Sepanjang misa, suasana gereja terasa hangat dan penuh makna. Lantunan lagu-lagu Natal menggema dengan syahdu, mengiringi doa dan pujian umat. Dekorasi gereja yang sederhana namun sarat simbol Natal semakin menambah kekhidmatan perayaan. Cahaya lilin dan ornamen Natal menjadi pengingat akan terang Kristus yang hadir membawa keselamatan.
Bagi banyak umat, Misa Malam Natal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen spiritual yang sangat dinantikan. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, Natal menjadi waktu untuk berhenti sejenak, bersyukur, dan memohon kekuatan baru untuk menjalani kehidupan di tahun yang akan datang.
Salah seorang umat dari Desa Kencong mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti misa dengan aman dan damai. “Kami merasa tenang dan bahagia. Natal tahun ini benar-benar terasa maknanya, apalagi dengan tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan. Ini menguatkan iman kami,” tuturnya.
Natal dan Kepedulian Sosial
Selain dimensi spiritual, perayaan Natal juga mengingatkan umat akan pentingnya kepedulian sosial. Pesan Natal mendorong umat untuk peka terhadap kondisi sesama, terutama mereka yang mengalami kesulitan ekonomi, sakit, atau tertimpa musibah. Kasih Tuhan yang dirayakan dalam Natal diharapkan terwujud dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Romo mengajak umat untuk menjadikan Natal sebagai awal gerakan kecil kebaikan, mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas. Dengan demikian, Natal tidak berhenti pada perayaan satu malam, tetapi berlanjut dalam sikap hidup yang mencerminkan kasih dan pengharapan.
Menyongsong Tahun Baru dengan Harapan
Menjelang akhir tahun 2025, Misa Malam Natal di Gereja Santa Theresia juga menjadi momentum menyongsong tahun baru dengan semangat baru. Umat diajak untuk membawa nilai Natal—kasih, damai, dan keselamatan—ke dalam kehidupan di tahun 2026.
Dengan berlangsungnya ibadah Natal yang aman, tertib, dan penuh makna, Gereja Santa Theresia Sukoreno kembali menegaskan perannya sebagai ruang spiritual sekaligus ruang sosial yang mempererat persaudaraan. Perayaan Natal ini tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga simbol kuatnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jember.
Natal 2025 di Umbulsari pun menjadi saksi bahwa iman, kasih, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi kokoh dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadaban.
Baca Juga : BNI Jadi Mitra Strategis Kampus Digital di Diktisaintek 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : bengkelpintar

