TPS Rusunawa PIK Jaktim Segera Dipindah, Bau Sampah Dikeluhkan
Permasalahan sampah di kawasan Rusunawa Perkampungan Industri Kecil atau Rusunawa PIK Jakarta Timur menjadi sorotan serius. Kondisi tempat pembuangan sampah (TPS) yang berada di area hunian tersebut menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan warga, bahkan aroma tak sedap dilaporkan tercium hingga ke lantai atas bangunan rusunawa.
Krisis ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan penghuni, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait kesehatan dan kualitas lingkungan. Sampah yang menumpuk dalam waktu tertentu, ditambah dengan aktivitas warga yang padat, membuat pengelolaan TPS di dalam kawasan hunian dinilai sudah tidak layak untuk dipertahankan.
Keluhan Warga Soal Bau Menyengat
Sejumlah penghuni rusunawa menyampaikan bahwa bau sampah kerap tercium hampir sepanjang hari, terutama saat cuaca panas atau setelah hujan. Aroma tersebut disebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari istirahat hingga kegiatan rumah tangga. Bahkan, bau dilaporkan bisa tercium hingga lantai 12, yang menunjukkan bahwa persoalan ini sudah berada pada tingkat serius.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan. Warga berharap adanya solusi cepat dan konkret dari pemerintah agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali nyaman dan sehat.
Pemkot Jakarta Timur Ambil Langkah
Menanggapi situasi tersebut, Munjirin, selaku Wali Kota Jakarta Timur, menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah memindahkan lokasi TPS yang selama ini berada di kawasan Rusunawa PIK.
Menurut Munjirin, lokasi TPS tersebut tidak akan lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah dari kawasan rusunawa akan dialihkan ke lokasi lain yang dinilai lebih tepat dan tidak berada langsung di tengah area hunian. Langkah ini diharapkan mampu menghilangkan sumber bau dan memperbaiki kualitas lingkungan warga.
Lokasi Baru TPS Masih Dirahasiakan
Meski rencana pemindahan telah dipastikan, Munjirin belum membeberkan secara detail lokasi baru TPS tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menemukan dua alternatif lokasi di wilayah Cakung yang dinilai layak untuk menampung sampah dari Rusunawa PIK.
Penentuan lokasi baru disebut masih dalam tahap koordinasi lanjutan dengan dinas terkait. Pemerintah memastikan pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, aksesibilitas, serta dampaknya terhadap masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Bekas TPS Akan Dihijaukan
Tidak hanya memindahkan TPS, pemerintah kota juga menyiapkan rencana penataan ulang bekas lokasi pembuangan sampah di Rusunawa PIK. Munjirin menyebut area tersebut akan ditimbun dengan tanah merah dan selanjutnya dilakukan penghijauan.
Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan agar lebih ramah lingkungan dan bermanfaat bagi warga. Penanaman berbagai jenis tanaman diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara sekaligus menghadirkan ruang hijau yang menambah kenyamanan penghuni rusunawa.
Sejalan dengan Program Jakarta Hijau
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Pramono Anung yang mencanangkan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau dan nyaman. Dalam berbagai kesempatan, Pramono menekankan pentingnya memanfaatkan setiap ruang yang tersedia untuk menciptakan ruang hijau, baik dalam bentuk taman, vertical garden, maupun rain garden.
Pembangunan dan penataan Taman Gapura Muka Cakung menjadi salah satu contoh konkret dari upaya tersebut. Kawasan yang sebelumnya kurang tertata kini diubah menjadi ruang publik yang lebih estetik dan fungsional bagi masyarakat sekitar.
Ruang Publik Multifungsi Jadi Perhatian
Pramono juga mendorong agar ruang-ruang publik di Jakarta tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki fungsi sosial. Ia meminta dinas terkait dan para wali kota untuk menghadirkan aktivitas atau fasilitas yang dapat dimanfaatkan warga, termasuk di area-area yang selama ini kurang termanfaatkan.
Bahkan, ruang di bawah jalan tol pun didorong untuk dioptimalkan menjadi tempat aktivitas masyarakat, seperti area olahraga, skatepark, atau sarana latihan lainnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta dengan menyediakan ruang aman dan nyaman untuk beraktivitas.
Harapan Warga Rusunawa
Rencana pemindahan TPS disambut positif oleh warga Rusunawa PIK. Mereka berharap langkah tersebut segera direalisasikan agar masalah bau dan tumpukan sampah tidak lagi menghantui kehidupan sehari-hari. Warga juga berharap proses pemindahan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi sementara.
Selain itu, penghijauan bekas TPS diharapkan benar-benar diwujudkan dan dirawat secara konsisten. Kehadiran ruang hijau dinilai dapat menjadi sarana interaksi sosial sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan hunian.
Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Perkotaan
Kasus di Rusunawa PIK mencerminkan tantangan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta. Penempatan TPS yang terlalu dekat dengan area hunian berisiko menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi untuk penataan TPS di wilayah lain. Pengelolaan sampah yang lebih modern, terencana, dan berorientasi pada kenyamanan warga menjadi kebutuhan mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kota.
Menuju Lingkungan Hunian yang Lebih Layak
Dengan rencana pemindahan TPS dan penataan ulang kawasan, Pemkot Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak dan manusiawi. Upaya ini tidak hanya menyelesaikan persoalan bau sampah, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kota menuju Jakarta yang lebih hijau, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Baca Juga : Cegah Super Flu, Warga Jakarta Diimbau Jaga Kesehatan Tubuh
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritapembangunan

