Skip to content
KoronoVirus
Menu
  • Sample Page
Menu

Diwali 2025 Jatuh pada 20 Oktober, Ini Jadwal, Tradisi, dan Makna Festival Cahaya

Posted on October 4, 2025October 4, 2025 by BimBim

Diwali, Festival Cahaya yang Dinanti

koronovirus.site – Diwali, atau dikenal juga sebagai Deepavali, adalah salah satu perayaan paling penting bagi umat Hindu. Festival ini populer sebagai Festival Cahaya karena ditandai dengan menyalakan lampu minyak, lilin, dan kembang api di rumah-rumah maupun tempat ibadah.

Di Indonesia, perayaan ini dikenal dengan sebutan Dipawali, sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bagi umat Hindu, Diwali melambangkan kemenangan kebaikan atas keburukan, sekaligus menjadi momen untuk merenung, bersyukur, dan memperkuat ikatan keluarga.

Perayaan ini biasanya jatuh antara Oktober hingga November, mengikuti kalender lunar Hindu. Di India, Diwali menjadi salah satu festival terbesar yang selalu disambut meriah oleh masyarakat lintas usia.


Diwali 2025 Jatuh pada 20 Oktober

Mengacu pada kalender resmi Pemerintah India (india.gov.in), Diwali tahun 2025 akan dirayakan pada Senin, 20 Oktober 2025.
Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di India, sebagaimana tercantum dalam surat edaran Kementerian Kepegawaian, Pengaduan Publik, dan Pensiun India.

Perayaan Diwali tidak hanya berlangsung sehari, tetapi lima hari berturut-turut. Puncak perayaan dikenal sebagai Lakshmi Puja, di mana umat Hindu memuja Dewi Lakshmi sebagai simbol keberkahan dan kemakmuran.

Hari-hari lain di sekitar puncak perayaan juga memiliki makna khusus:

  • Dhanteras: Hari pertama yang ditandai dengan tradisi membeli logam mulia atau barang baru sebagai simbol keberuntungan.
  • Naraka Chaturdashi: Hari kedua untuk membersihkan rumah dan jiwa dari hal-hal buruk.
  • Lakshmi Puja: Puncak perayaan yang dilakukan dengan doa kepada Dewi Lakshmi.
  • Govardhan Puja: Hari keempat untuk mengenang kisah Krishna yang melindungi rakyat dari bencana hujan.
  • Bhai Dooj: Hari terakhir yang menandai ikatan kasih sayang antara kakak dan adik.

Tradisi Diwali yang Penuh Warna

Mengutip Kementerian Kebudayaan India (utsav.gov.in), Diwali bukan sekadar perayaan agama, tetapi juga bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun.

Masyarakat biasanya memulai persiapan dengan membersihkan rumah, memasang hiasan berupa lampu minyak atau lilin di teras dan jendela, serta membuat pola dekoratif “rangoli” dari tepung berwarna atau bunga.

Malam puncak Diwali dihiasi dengan doa bersama keluarga, pesta kuliner khas seperti laddu dan barfi, hingga pertunjukan kembang api yang menambah suasana semarak.
Selain itu, ada pula kebiasaan bertukar hadiah dan makanan manis sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Di beberapa wilayah India, Diwali juga dikenang sebagai momen kembalinya Rama ke Ayodhya setelah mengalahkan Rahwana, yang dimaknai sebagai kemenangan kebenaran dan cahaya mengalahkan kegelapan.


Makna Spiritual Festival Cahaya

Menurut keterangan Encyclopædia Britannica, cahaya yang dinyalakan selama Diwali melambangkan harapan, kebahagiaan, dan kemenangan kebenaran atas kejahatan.

Umat Hindu percaya bahwa cahaya yang menghiasi rumah-rumah tidak hanya mengusir kegelapan secara fisik, tetapi juga membersihkan jiwa dari keburukan.
Perayaan ini menjadi waktu untuk merenung, memaafkan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat hubungan keluarga.

Selain itu, Diwali juga mengajarkan nilai keberlanjutan. Dengan berbagi kebahagiaan melalui hadiah atau sedekah, masyarakat diingatkan untuk tetap peduli pada sesama dan tidak terjebak dalam keserakahan material.


Diwali di Lintas Negara

Meski identik dengan India, Diwali kini dirayakan secara luas di berbagai negara, termasuk Nepal, Sri Lanka, Singapura, Malaysia, hingga Afrika Selatan.
Bahkan di beberapa negara Barat dengan populasi diaspora India yang besar, seperti Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat, Diwali menjadi momen penting yang dirayakan di ruang publik dan komunitas.

Di negara-negara tersebut, perayaan sering disesuaikan dengan budaya lokal namun tetap mempertahankan inti tradisi: menyalakan cahaya sebagai simbol harapan dan kebaikan.


Persiapan Menyambut Diwali 2025

Menyambut Diwali 2025, banyak masyarakat Hindu mulai melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Pembersihan rumah, pembelian lampu hias, dan persiapan makanan khas menjadi bagian dari rutinitas tahunan.

Pasar-pasar di India juga dipenuhi penjual dekorasi dan hadiah khas Diwali. Dengan jatuh pada bulan Oktober, festival ini diharapkan membawa suasana hangat di tengah pergantian musim dan menjadi awal baru bagi banyak keluarga.


Penutup: Momen Cahaya yang Menyatukan

Diwali bukan sekadar festival yang penuh warna dan cahaya, tetapi juga sarat makna spiritual. Perayaan ini mengingatkan umat manusia untuk terus menyalakan cahaya kebaikan di tengah kegelapan hidup.

Dengan jatuhnya Diwali 2025 pada 20 Oktober, umat Hindu di seluruh dunia bersiap merayakan momen ini sebagai simbol kemenangan kebenaran, harapan baru, dan kebersamaan yang mempererat ikatan keluarga serta komunitas.

Cek juga artikel dari platform infowarkop

Recent Posts

  • OJK Ancam Blacklist Matel Pinjol Pelaku Prank Damkar
  • Penembakan Dekat Acara Trump Motif Diselidiki
  • Satpol PP Minta Maaf Soal Mobil di Trotoar
  • Persiapan Sambut Jemaah Haji Berjalan Lancar
  • Kementan Gandeng Industri Sukseskan Hari Susu


PARTNER

©2026 KoronoVirus | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by